<div style='background-color: none transparent;'></div>
forkompas semarang. Diberdayakan oleh Blogger.

World News

 photo bloggif_50f169e27445d_zpsc707df45.gif

Entertainment

PRIVIEW

Senin, 18 November 2013

Ada beberapa rangkuman dan renungan pada saat ini. 
 
Semarang Pada Tanggal (18/11/13) pada saat ini mengadakan kuliah umum yang membawakan kuliah umum adalah duta besar amerika serikat untuk indonesia. Didalam kuliah umum ini beliau memaparkan beberapa hal penting terkait dengan hubungan antar kedua Negara tersebut. Baik dimensi ekonomi, politik, kesehatan, pembangunan demokrasi serta aspek lain yang sedang bersaing. 
 
Beliau juga menyatakan bahwa kami pemerintah AS juga sangat lancing hubungannya karena selama ini AS dan indonesia itu ditonjolkan sebagai Negara yang menjunjung tinggi akan demokrasi. Kemudian didalam bidang pendidikan kedepannya pertukaran mahasiswa (lecture exchange) akan semakin ditingkatkan agar saling mengenal, belajar lebih banyak semua aspek. 
 
Pada mulanya DUBES menyatakan bahwa kami sangat bangga kerja sama dengan indonesia bahwa negaranya sangat luas, kaya akan SDA, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, demokrasinya indonesia. Karena kini kemajuan demokrasinya indonesia dan AS beliau memprediksikan bahwa sekarang maju keurutan kedua dan ketiga, kata beliau. 
 
Utamanya juga, beliau menyatakan kami juga sangat menghargai kaum minoritas didunia ini, baik disuriah, Thailand, afganistan, dsb. Serta upaya kami adalah melindungi kaum minoritas ini juga memperhatikan perdamaian dunia, Ocehan DUBES. 
 
Kedubes AS untuk indonesia juga menyatakan selain demokrasi juga sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kemudian beliau juga menyatakan untuk selanjutnya kami akan menjaga hubungan kami semakin baik. Tetapi beliau tidak mengungkapkan tujuan utama kepentingan secara jelas (overt interest purposes). Lebih menekankan hubungan ekonomi, kebudayaan, kesehatan, dsb. 
 
Ketika ditanya mengenai bagaimana mungkin hubungan kita akan baik ketika kami adalah berbedah keyakinan yang mana indonesia lebih dominan keislaman sedangkan, AS adalah nasrani tetapi beliau menjawabnya dimensi agama ini bukan menjadi alasan untuk membatasi hubungan kita yang sudah ada tetapi kita berupaya bagaimana kita ciptakan perbedaan ditengah-tengahnya saling hargai antara keyakinan yang satu dengan keyakinan yang lain (saling toleransi) menjadi wawasan utama kita. Karena kami di AS juga ada banyak perbedaan baik secara agama, budaya, ras dsb tetapi disana kami sering berupaya untuk bagaimana toleransi menjadi parang tajam untuk tidak saling memusuhi, katanya. 
 
Beliau juga mengesan sekali dengan indonesia yang luas, kaya akan kekayaan alam, demokrasinya dijunjung tinggi. Juga DUBES menyatakan kami juga akan berupaya terus meningkatkan kerja sama bukan hanya disebutkan tadi diatas tetapi, indonesia yang sangat strategis sekali dengan kawasan ASEAN yang mana Negara terbesar satusatunya dikawasan ini yang AS penting anjurkan kerja sama bidang militer juga. Semoga kedepan kawasan ini akan terlindungi dan aman dalam meningkatkan kerja sama juga dengan kawasan ASEAN ini. 
 
Begitupun, indonesia yang selalu aktif didalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) sebab, AS juga akan meningkatkan kerja sama ekonomi, diplomasi, juga AS juga tak akan terpudarkan menempatkan stabilitas kemanan kawasan itu pula. 
 
DUBES juga sangat mengesan bahwa indonesia turut berperan aktif dalam penyelesaian konflik wilayah spartly, yang mana saat itu diklaim oleh china bahwa spartly adalah bagian wilayah selatannya, kemudian Thailand, kamboja dan Negara lain kawasan ini. Dalam kuliah umum ini beliau membahas banyak menyangkut bagaimana akan membangun hubungan yang normal, transparansi tetapi tidak menyangkutkan dengan konflik yang akan dalam Negara ini. Juga beliau tak pernah memaparkan mengenai isu HAM papua, isu separatis, mengenai Aceh pun belum lampiaskan disini. 
 
Tetapi hanya beberapa pertanyaan yang ketika itu penulis menjadi peserta kuliah umum pada saat ini yang banyak persoalan yang masih belum terbenahi tetapi seakan DUBES lampiaskan secara senonoh dan tidak memperhatikan baik akan perkembangan seyogyanya yang terjadi dalam Negara ini. Pertanyaan itu penulis ingin lampiaskan sebagai berikut: 
 
Mengapa indonesia yang katanya demokrasinya diagungkan didunia internasional tetapi diwilayah papua ruang demokrasi sangat tertekan sekali? 
 
Maka penulis sangat menahan hati saja ketika mau menanyakan kepada DUBES bahwa amatan saya perkembangan demokrasi Negara ini tidak seperti yang beliau lampiaskan. Seakan AS ini juga bermalas diri dengan kaum minoritas dan penulis telah menaksirkan bahwa melenceng dari apa yang diungkapkan diatas bahwa demokrasi Negara indonesia semakin baik. 
 
DUBES mungkin melihat hanya sebelah matanya saja tidak secara seluruhnya bahwa ada banyak media, domestic maupun internasional, buku, referensi bahwa dalam Negara ini ternyata belum tumbuh kembang baik demokrasinya. Setelah kita melihat perkembangan Negara ini yang sasarannya dipraktekkan di Tanah Papua.
Karena Penulis anggap bahwa lebih baik dan enak kalau kekecewaan ini saya penting lampiaskan dalam tulisan menjadi fakta alur pembicaraan. Maka penulis yang juga menekuni bidang hubungan internasional ini maunya tuangkan berupa tulisan saja.
Bagaimana dengan hasil refleksi mengenai AS berperan penting dalam melindungi kaum minoritas dunia?
Penulis anggap itu juga sebuah dialek politik yang sampaikan pada saat ini bahwa secara rillnya, AS dan indonesia masih belum tua dalam wawasan untuk melindungi kaum minoritas didunia. Sebagaimana mana juga bahwa AS ini juga kepentingan terbesar di timur tengah meskipun kami belum menemukan upaya perlindungan juga disana. Faktanya, banyak rakyat palestina mati begitu dengan sia-sia tetapi tidak ada upaya perlindungan nyata. Tidak pernah turunkan mengenai misi kemanusiaan disana, para pekerja HAM dsb.
Kembali ke indonesia fakta bahwa dalam Negara ini seyogyanya ada konflik ditanah papua baik secara sejarah, ekonomi, SDA, transmigrasi, HAM dsb tetapi tidak pernah kami menemukan yang namanya upaya perlindungan didaerah ini. 
 
Oleh sebabnya, penulis menyatakan kedua Negara ini hanya pintar berebut, bersaing politiknya tetapi belum pernah memberikan transparansi demokrasi pembanggunan semakin maju, menghargai kaum minoritas, menghargai sekali HAM. 
 
Bagaimana Dengan Penjelasan HAM?
DUBES juga mendeskrpsikan mengenai penghargaan kemanusian khususnya isu-isu HAM, meskipun belum pernah menyangkutkan dengan isu HAM papua dan sebagainya. Tetapi dengan penjelasan yang begitu melenceng keluar dan seakan pernah melakukan apa yang dibicarakan, dipaparkan. Sebagai terpelajar musti kritisi secara tersembunyi berupa tulisan seperti begini meskipun dengan tatap muka interview, Tanya jawab tidak begitu menonjolkan.
Seyogyanya, isu HAM papua dilanda di muka AS maupun Negara didunia lain maupun di muka indonesia itu sendiri. Dengan moment kuliah umum ini ada mahasiswa dari Thailand juga menanyakan kepada kepada DUBES AS untuk Indonesia ini menyangkut konflik didaerahnya yang sampai kini masih belum usai ini. Pertanyaannya, apa upaya AS untuk menyelesaikan konflik yang sedang melanda antar pemerintah disana? Tetapi DUBES menjawabnya ya mengenai konflik itu kami sedang berupaya menyelesaikannya tetapi beliau menyatakan sangat bersyukur hati bahwa Indonesia tidak pernah terjadi konflik serupa yang terjadi di afganistan Thailand dan suriah.
Kesimpulan Akhir Penulis
Kedua Negara ini berpidato, bergaya enak seenaknya, tanpa mempertimbangkan fakta social yang terjadi. Karena ulasannya demikian bahwa kami punya misi utamanya mendamaikan dunia, menghargai suara kaum minoritas, pelanggaran HAM, demokrasinya tumbuh baik. Tetapi belum pernah laksanakan seutuhnya apa yang ditontonkan itu.

PIET PETRUS YOBEE
Kuliahnya Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS)
Pada Fakultas Fisipol, Jur: Hubungan Internasional (HI)

LAMPIRAN FOTO-FOTO SEBAGAI BERIKUT: 
 
Foto pada saat DUBES AS untuk Indonesia masuk ruangan 

 
Setelah duduk diapit oleh dekan Fisip Andi Purwono S. IP, M.Si (right) dan Adi Joko S. IP. MA

Foto ketika DUBES memberikan kuliah umum
Foto ketika Dekan Fisip Unwahas memberikan cidera mata kepada DUBES
Foto ketika mahasiswa HI 2010/11 dengan Dubes
Foto ketika mahasiswa HI 2012/13 dengan Dubes
Foto bersama mahasiswa dari Timur Tengah dengan Dubes
Wajah salah satu mahasiswa asal Thailand yang memberikan pertanyaan.


Makasih atas semua yang melihat dan membacanya semoga bermanfaat.
Continue Reading | komentar

KAPITALISME DI ATAS NEGERI PAPUA MUSTI LAWAN

Jumat, 15 November 2013



Lawan Kapitalisme Demi Kejernihan Menuju Tujuan Akhir Kita 

Ada beberapa dampak kapitalisme sebagai berikut: 

Sistem Buatan Banusia. Sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum. Karena ada banyak ganjalan yang terjadi selama ini ditanah papua juga sangat erat kaitannya bahwa dengan munculnya kapitalisme dengan pola basis pemikiran bahwa dengan sahamnya yang dia ciptakan maka segala yang ada didaerah tersebut juga buatannya dia. Semoga apa bila saya kontekskan ideology perlawanan politik masyarakat papua bagi mereka dikesampingkan. 

Sebenarnya, sebelum kapitalis mulai mengangapnya buatan dia wilayah masyarakat papua, yang menguasai tanah, air, emas, perak, aluminium, bijih besi yang terkandung dilindungi masyarakat lokal papua.Tetapi, setelah kapitalis ini menginjakkan kakinya diatas tanah papua dan segala yang terkandung didalamnya kapitalis anggap itu semuanya adalah buatan kapitalis.

Bukan saja penulis kontekskan kapitalis tetapi stakeholdernya adalah pemerintahan NKRI untuk seantero papua adalah hasil buatan mereka analogikan hingga saat ini. Oleh sebabnya, ketika mulainya perlawanan masyarakat papua bahwa ini tanah kami, bumi kami, kekayaan kami, air kami, emas kami dan sebagainya maka masyarakat papua selalu saja dihadapi dengan anjing liar yang dilepaskan oleh pemerintahan bangsa biadab semoga masyarakat papua mengalami degradasi untuk melanjutkan perlawanan lebih lanjut. 

Egoistik. Dalam sistem kapitalisme individu dan sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar utk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum. Sehingga ketika masyarakat tujuh suku yang ada di daerah sekitarnya mulai mulai muncul perlawanan menutup PT. FREEPORT indonesiatetapi yang punya capital, modal, AS serta pemodal lain tidak menggangap bahwa kebutuhan masyarakat sekitar FREEPORT sama dengan kami. Seakan penghargaan masyarakat papua juga nilai kemanusiaan sama dengan orang jawa, AS, Jerman, Jepang dan sebagainya. 

Maka kapitalisme itu membawa dampak yang luar biasa untuk mementing kebutuhan sendiri bagi mereka.Tidak meletakkan ide berwawasan bahwa ya dahulu emas itu dipelihara oleh masyarakat papua, air itu di jaga oleh masyarakat papua, perak itu disimpan Alaskan oleh masayarakat papua. Semoga sekarang mari kita bangun melawan kapitalisme yang ideology, pola, tingka lakunya banyak diwarnai dengan mementingkan diri mereka itu (sifat egoistic) yang sangat familiar. 

Monopolostik. Dalam sistem kapitalisme seorang kapitalis memonopoli komoditas dan menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar ia mengeluarkannya untuk dijual degan harga mahal yang berlipat ganda mencekik konsumen dan orang-orang lemah.  Maka tak heran apa bila ekonomi amerika serikat serta Negara adidaya lain dalam situasi apapun mereka berpangku tangan menonton dan melihat ketika Negara, masyarakat lain kian kemari menyelamatkan ekonomi Negara mereka. 

Umumnya, hal ini terjadi ketika krisis mulai melanda sebagian wialayah Negara diseluruh dunia, penulis juga mampu mengambil ide bahwa ketika krisis emas, perak, perunggu, bijih besi mulai melanda krisis sebagiam dunia maka AS dan Negara lain yang punya modal di FREEPORT, akan merasa bahagia karena hasil timbunan emas papua akan akan menjual kembali kepada indonesia dan Negara lain dengan harga yang cukup signifikan, serta meraup keuntungan. 

Karena pola permainan dan pengaturan para pemodal (capitalism) untuk keberuntungan secara besar-besaran ditengah krisis global itu.Sehingga sangat sadis perasaannya khususnya kami masyarakat papua yang selama ini mereka mengambil segala kerukan hasil kekayaan alam kami secara besar-besaran tetapi tingkat kesejahteraan masih minim.Karena pemerintah NKRI menjadi anteknya berpangku tangan dengan para kapitalis itu dengan system monopoli diatas negeri papua.

Terlalu berpihak kepada hak milik pribadi.Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi.Sedangkan komunisme malah menghilangkan hak milik pribadi. Sangat menyambung sekali dengan apa yang terjadi selama ini dibumi papua. Karena tanah papua itu terdapat banyaknya angka kemiskinan, tetapi kita melihanya saja sendiri selama ini tidak ada niat para kapitalis yang telah lama mengeksploitasi SDA di papua tetapi tidak ada niatnya untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan yang tengah melanda diantara masyarakat papua itu.

Kemudian, banyaknya pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terjadi ditengah masyarakat papua.Tetapi para kapitalis anggap itu bukan hak milik kami kapitalis diatas tanah papua ini tetapi mereka anggap itu persoalan masyarakat papua sendiri yang para kapitalis tidak dibutuhkan menyelesaikan persoalan ini tetapi kapitalis hanya berusaha menyelamatkan modal yang telah lama tanamkan dibumi cenderawasih.

Maka para kapitalis berpihak kepada masyarakat papua untuk menyelesaikan segala persoalan papua yang kian rumit, itu ocehan belaka. Maka satu persetujuan bahwa mari kita tumbuhkan rasa nasionalisme bangsa papua yang memadai untuk melawan para kapitalisme yang telah lama bergandengan tangan dengan pemerintahan NKRI ini sebagai inisiatif kemajuan politik papua. Karena selamanya dan selamanya para kapitalis (pemodal) akan membicarakan persoalan papua itu sangat anggan-anggan belaka. Sebab, penulis telah menjelaskan diatas juga bahwa para kapitalis itu membawa ideology terlalu berpihak kepada hak pribadinya, bukan kapitalis itu akan berpikir akan hak masyarakat papua yang sampai saat ini masih menuntut itu. 

Persaingan. Sistem dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga.Semua orang berlomba mencari kemenangan.Sehingga kehidupan dalam sistem kapitalisme berubah menjadi riba di mana yang kuat menerkam yang lemah.Apapun yang terjadi di tanah papua juga bahwa para kapitalis ini berada pada garis persaingan kuat, sedangkan masyarakat papua yang hingga saat ini masih berteriak berada pada pihak lemah.Sehingga, tujuan utama kapitalis diatas papua itu membawa dengan banyak persaingan.

Semoga semua harga disekitar pabrik, perusahaan milik para kapitalis umumnya serba mahal, maka masyarakat setempat yang mendiami juga ikut menyesuaikan untuk menyaingi dengan harga sembako serba mahal yang sedang diciptakan oleh para kapitalis asing itu.Maka untuk masyarakat mendapatkan mendapatkan kebutuhan harga setara dengan dunia serba mahal maka masyarakat juga harus saing.

Oleh sebabnya, kapitalisme yang membawa dengan penyakit masyarakat harus memiliki wawasan persaingan (competitive) itu benar-benar diperdayakan tenaga kerja masyarakat papua yang sebelumnya belum pernah aneka perlawanan yang para kapitalis ciptakan diatas negeri papua itu.

Perampasan Tenaga Produktif. Kapitalisme membuat para tenaga kerja sebagai barang komoditas yg harus tunduk kepada hukum permintaan dan kebutuhan yang menjadikan dia sebagai barang yang dapat ditawarkan tiap saat. Pekerja ini bisa jadi sewaktu-waktu diganti dengan orang lain yang upahnya lebih rendah dan mampu bekerja lebih banyak dan pengabdiannya lebih baik. 

Selayaknya juga yang sering diciptakan perusahaan terbesar diatas Tanah Papua FREEPORT bahwa ketika karyawan setempat punya tendensi untuk terobos agar upah minimum, harus dinaikkan maka para kapitalis punya ideology tawaran kepada karyawan berpura manis menaikkan sedikit, agar ekplorasi perusahaan emas terbesar didunia ini tetap terjaga baik. Juga anggapan kapitalis kepada karyawan juga sebaga perampasan tenaga kerja produktif.Maka sewaktu-waktu siapa dia karyawan punya kemauan perlawanannya tinggi kepada Negara dan kapitalis maka suatu saat dicabut/diberhentikan dari pekerjanya.

Itulah praktek perampasan tenaga kerja yang para kapitalis ciptakan diatas negeri papua demi meraup kepentingan tanpa mempertimbangkan dampak buruk lingkungan, keselamatan kerja, ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat papua saat ini.

Kehidupan Yang Penuh Gejolak. Ini adalah akibat logis dari persaingan yg berlangsung antara dua kelas. Yang satu mementingkan pengumpulan uang degan segala cara. Sedangkan yg satu lagi tidak diberi kesempatan mencari sendiri kebutuhan pokok hidupnya tanpa kenal belas kasihan terhadap masyarakat lokal.

Apa benar tidak dengan pernyataan bahwa dengan hadirnya kapitalisme diatas tanah papua bahwa kapitalis itu pembawa gejolak yang belum terusai? Sebagai intelek papua dan banyak dikerumuni, besar, lahir dengan pengalaman seperti pertanyaan ini dapat dijawab pula dengan “sangat tepat sekali”.Karena selama beroperasinya pabrik, maupun perusahaan terbesar ditanah papua sering dituai dengan dengan gejolak bahwa masyarakat papua memang tersingkir benar-benar atas penguasaan tanah, bumi, air, udara, hutan, emas, perak kemudian inisiatif masyarakat lokal papua juga ingin lawan dengan pengguasaan semuanya ini tetapi dibarenggi dengan gejolak dengan aparat penjaga modal asing bukan melawan dengan yang punya pemodal (kapitalisme). 

Penjajahan. Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru untuk memasarkan hasil produksinya kapitalisme memasuki petualangan penjajahan terhadap semua bangsa. Mencari daerah baru untuk pengambilan kekayaan alam yang ada dimana daerah dia menganggap dirinya menjadi pencaplokan, pengambilan, system kolonialis yang dia ciptakan.Pada mulanya dalam bentuk penjajahan ekonomi pola pikir politik dan kebudayaan.Kemudian memperbudak semua bangsa dan mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.

Semoga konteks kapitalis diatas papua yang tidak terlepas dari berbau penjajahan, kolonialis itu benar-benar memperdayakan tenaga kerja masyarakat papua.Mulai terjadinya perbudakan diamana-mana (anywhere slavery), perlawanan masyarakat papua terhadap kapitalis yang membawa bau kolonialis tetapi tanggapan bagi mereka sangat mengecewakan bagi masyarakat papua. Maka sangat sadis juga jika kita amati secara saksama pola kapitalis ini. 

Oleh sebab itu, masyarakat papua saat ini bukan hanya melawan NKRI, tetapi dibelakang juga ada beberapa Negara yang mendukung mereka, semoga perlawanan rakyat papua selama ini lepas dari NKRI ini dianggap biasa saja bagi yang punya modal, Negara-negara yang sedang mengambil kekayaan alam yang ada di papua. Maka perlawanan kami kalau menebus untuk mencapai pada titik akhir kita itu mesti mengalakan Negara-negara yang ada berdiri dibelakangnya NKRI itu pula.

Riba. Sistem kapitalisme tegak di atas landasan riba.Sedangkan riba merupakan akar penyakit yg membuat seluruh masyarakat papua menderita.Memang ini sangat wajar juga bahwa selama berpuluhan tahun lamanya kapitalisme hadir diatas negeri papua tetapi dia hanya pencipta akar penyakit bagi masyarakat papua. Sedangkan, bagaimana teknik menyembuhkan riba yang ia ciptakan itu tak pernah diwujudkan oleh kapitalis yang selama ini bergaya-gaya diatas tanah papua. 

Kejam. Kapitalisme sering memusnahkan begitu saja komoditas yang lebih dengan cara dibakar atau mempertimbangkan dampak kesehatan, lingkungan, alam, yang akan terjadi disekitar mana para kapitalis itu mengambil kekayaan alamnya dan beroperasi. Sebagaimana yang terjadi diareal PT. FREEPORT bahwa yang punya modal kepentingan disini tidak pernah pertimbangkan dampak yang akan terjadi disekitar masyarakat tetapi mereka memainkan sifar kekejaman yang selalu lampiaskan. 

Solusi penulis yang ingin lampiaskan bahwa semua kelakuan kapitalis yang umumnya menciptakan kekejaman, riba, penjajahan, yang penuh gejolak, persaingan, perampasan tenaga produktif, monopolistik, egoistik, system buatan manusia/para kapitalis itu musti lawan. Karena kapitalisme mereka lipat tikar dari atas tanah papua maka sedikit cela kita masuk kearah ideology kita akan menonjolkan diri kepada kita. 

Maka perlawanan awal kita melawan para kapitalisme sangat menentukan juga akhiri segala dari segala kebebasan secara politik, pembebasan bangsa menjadi kemudahan.Penghentian operasi kapitalisme diatas Negeri papua, membawa pemulihan, kejernihan menuju puncak tujuan kita diujung jari.

Seperti penulis menambahkan juga yang menjaga hutan, laut, emas, perak, ikan, adalah dahulunya masyarakat papua.Tetapi semua itu diambil oleh bangsa-bangsa luar baik AS, Jerman, Australis dsb jadi, penulis kategorikan mereka-mereka itu juga penjajahan masyarakat papua yang benar-benar kita lawan.

Yang menciptakan kemelaratan, carut-marutnya pendidikan, ekonomi kami masih belum terbangun hanya kapitalis ini tidak mempertimbangkan tujuan utama kami masyarakat papua, sebenarnya kalau mereka anggap kami juga manusia mereka bisa bangun benar-benar karena kapitalis ada karena kekayaan alam kami.



Penulis adalah:
PIET PETRUS YOBEE
Mahasiswa Asal Papua Kuliahnya:
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG (UNWAHAS)

Continue Reading | komentar

POLICY CENTER GOVERNMENT TO WEST PAPUA AS OFFERING SHUTDOWN CONFLICT

Minggu, 10 November 2013

Special  outonomy score have faillure and now born papua and west papua united acceleration  development  (UP4B)

After score special outonomy has fail so start born up4b because many problem not capability to can find solution in west papua. Alhought give special outonomi and many event conflict any where in all  west papua also give one symbol  that has fail. So why it is very capability so president of indonsian have get out about UP4B to land conflict west papua. Now us look why capability take to track evolution in west papua or not stagnan with out evolution and  capability find solution. But here I writer think this only isues and why president of republic Indonesian give provocation it is very to not speak about independence or divortion from state union Republic Indonesia.

This matter can,t find solution another beside enemy, our must applicant to people out    to look our problem because they self never finis up this prolem  with presence of had but always solution with shooting to society not have weapon many happen so must quickly finish up this problem. Never wait of time this as one moment time resolution in west papua, never dance government on society  fo they  land, god give to life with prosperous in west papua so our young suggestion,    Not other government  and they think capability life with of nature which god surrend to this society it is very not hand up other and first in  government Indonesian to next time. But this all only hear voice and which oppress firmly in deterence from people have army and cant justice with other in west papua.

Activist from west papua which put feel simpatism with consensus self less not more of many can calculate with finger so impact, many voice from consensus appease in world international. So we try why can sight of society appease and assistance to  voice can’t to fellow it is very vote in international to take in tribunal it is very which victim able any justice of law in front society papua. Cause this time they feel unjustice on do law Indonesian in west papua impact they must sight to they goverment which unknow with voices violence.

Don,t worry if violent must on foot every day in purpose to want take they in front they council to demand justice in they land west papua as creature of god. Then what response of Jakarta? Have heard but cheat unknown on voice of and many rule to start do in west papua to make provocative. Cause content ask they separate of unity state republic Indonesian. Like what I,am take topic have failure special outonomi? Because this one efident that failure namely:  need fundamentalist never face in land papua, health of not road, program economic many society life in poverty, in program of education also never appearance. So writer think this very failure cause realityes not writer make self unhave efident.

We also very support cause they this life  of poverty, what use state this appearance another society if became poor or make poverty.  All real very have failure so never any protect. Non sense if government hand road in unity state of republic Indonesian. Our unknow why strart born program of government come in another in society west papua? If make prosperous consensus or make terror in this land because special outonomy only never change until consensus papua speak every and say special outonomy have fail so no our oppress and our one vote namely our like separate from unite republic Indonesian and they think false make Indonesian.
If not have one solution in west papua can worry that racism papua not long time will genocide they land ascend, before this land have by short hair black skin but not long time again attach comer which unknow where they come.

Rally of consensus west papua known many program to west papua how it is very our can execution as west papua donot must diversate of state united republic Indonesian. Althougt this all make in this land and never finded finish solution nation west papua which along time think as archipelago Indonesia worry conflict until now do not is symbols pacify. Us also as sun nations west papua comparison don,t let this happen ongoing along but soon seek one round peace cause with out want peace and us desire west papua would development this one dream afternon which truth not will event.

Don,t ever give many program in land west papua but, pursue what you withdraw cause you true still don,t bundle so can would come again any where. Then if truth give so with indeed heart don,t cause event riot so quickly likely throw stone unknown where it will fallen. Cause with not conscious this if bite a noun block so keen sight again and can impact risk big to us self. That stories outonomi special and unite quickly development papua and west papua (UP4B) which now gove central government to papua society.

Government also this never conscious that first program have realities not walked not suitable hope, but very stupid government so force coming one program new this only deterrence consensus only west papua. Writer have any question namely: who ask so are program new on land papua? Ever program ago about outonomi special implementation fluntly? When successes program outonomy special? 

Why with issues eflorescence regency and province?

The very not logicaly if government have wish add eflorescence regency or provinces entire land papua as solution finish up conflict land papua. Cause, while ideology society papua fight unable answer with seriously. Because this ideology any where one century also never find point meet finish up, so desire put in this writter also that government have dream it is very west papua only usually slim together with NKRI continue must seek before speak society papua to it ideology.

Beneath it all government this state also need compatible with main basic which expance with political aflorecence offering regency or province this was would accept open hand or not? Cause, yield research that never able when society papua ask potatoes desire rice or bort.
Also society which want to ideology  ideology it surely would refuse ongoing to purpose ask they total payment. For it government not have innovation give add regency or province in entire papua. It cause only come back to government center now how we regulate how it,s very ideology which still stopped this we must hold and finish up.

Fight society papua very clear it they don,t ask welfare by eflorescence, infrastructure, development, economic, welfare and etc. other they question iti,s very ideology as one nations which truth separate with name NKRI. So next time government have heart honest to finish up land papua also usually movement.

As government which democrating importance teach conscious society west papua that anyone they desire responsibility. So the mark state democration can recognize by other state.
Where after anywhere isuess that are region operation new (DOB) 33 regency province entire soil papua action student/lecture opposite and action in entire this state very sharp. Until are lecture from papua lecture alliance (AMP) in some regency start longmarch until as reality refuse region DOB new this are lecture which rallies until brave entrance front in office minister state (MENDAGRI), for give continue stagment until entrance room.

After we look evolution fight tier lecture west papua also society to it society not goback with all offering which give by Indonesian government but add crooked from it and principle permanent to fog they power. Known to strive top point ideology as one nations which stopped it need open big and can recognization as government.

Because not are fact other which can hiden when this society papua understand and wish they to strive ideology which has to trampeled down by this government. Also this time if we capable took experiences ago so special outonomy to society papua never gove positive value to census  papua so ever refuse again. When UP4B or acceleration unite papua and west papua which ever launching also never deeply refuse row to icensus ideology.   


Why with outonomy plus?

Special outonomy plus also ever launching by government but it also ever hit back by papua society. This Because special outonomy plus don,t new program but only isues fund of add. Whole unsuitable descend in papua so peace or pacify solution between Jakarta and papua to must recognization as one nations west papua.

Also us still unsure merely outonomy plus, whole society papua disprove with hard that outonomy plus are massiving it. Because, all policy dimention government RI on west papua is futile. So end of the way this program government also must ready or supply self to have capable which truth solve problematic difficult which still circle us it together. 


Without are comparation also contryes quickly responsive all sight which society papua eclamation until dropeyes made a blooded. On end from it us surely also that would answer suitable with desire society papua when century deeply eaten salt with this state poverty. 

Reference: Sekedar Tanggapan atas segala Program Jakarta Kepada Rakyat Papua. 

Penulis adalah Mahasiswa Asal Papua Kuliah di UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG (UNWAHAS).

PIET PETRUS YOBEE

FAKULTAS : FISIP
JURUSAN:HUBUNGAN INTERNASIONAL (HI) 


Continue Reading | komentar

Solidaritas Masyarakat Papua Semarang Press release Kasus Gor Nabire Papua

Kamis, 25 Juli 2013


Proses pembiaran terus terjadi sejak tahun 1961 hingga 2013 pembunuhan, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipilp Papua serta pembiaran terhadap kesehatan yang memburuk, juga pembiarana terhadap sistim pendidikan yang tidak maju, semua lini kehidupan ditanah papua terus dijajah oleh pihak-pihak imperialis dan para kapitalis yang tidak peduli terhadap norma kemanusiaan,
Negara ini tidak menjamin kesejahteraan sepenunya terhadap rakyat papua, kebebasan untuk mengekspresikan diri, kebebasan untuk mempertahankan haknya, kebebasan untuk hidup, semuanya dipacung oleh Republik Indonesia, penambahan militer punterus dikerahkan kePapua namun apa yang dilakukan oleh Aparat ini kehadiran mereka hanyalah menimbulkan masalah baru seperti munculnya penembakan misteriu soleh orang tak dikenal namun kasus-kasus tersebut takbisa diselesaikan sampe keakarnya, tapisebaliknya menimbulkan akar baru atau masalah baru,
Kasus Tinju di Nabire Papua yang menewaskan 18 warga sipil Papua dan mengakibatkan 39 orang luka parah minggu 14 juni 2013, ini pun juga merupakan kasus yang sangat tragis karena pada saat  final atau pengujung kejuaran tersebut Aparat keamanan tidak ada ditempat, polisi, brimob, komando pasukan khusus (kopasus), densus 88, semua jenis aparat NkRI tidak ada yang mengamankan kegiatan kejuaraan tinju tersebut, Kebiasaan Aparat Kepolisian  di Tanah Papua  selama  ini, jika ada acara Kecil Apapun selalu dikawal ketat oleh  pihak Kepolisian, apalagi acara yang dihadiri oleh Muspida. Namun malam itu, pada malam tanggal 14 Juli 2013, Malam Final Tinju, walau di hadiri Bupati Kabupaten Nabire bersama  Istrinya yang didampingi beberapa Muspida, tidak terlihat dan tidak ada petugas Kepolisian yang berjaga. Ini merupakan salah satu bentuk proses impunitas yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian
Dengan penuh kesungguhan kami yang tergabung dalam solidaritas masyarakat Papua Semarang menyatakan dengan sikap tegas:  
1.       Kami mendesak kepada KOMNAS HAM PAPUA dan PUSAT segera menangkap provokator   utama    munculnya kasus GOR nabire yang mengakibatkan 18 masyarakat sipil meningga ltempat dan puluhan lainnya luka-luka. 
2.       Kami menuntut KAPOLRI dan MENKOPOLHUKAM Segera mencopot jabatan KAPOLDA PAPUA dan KAPOLRES NABIRE. Karena selama ini tidak menjalankan tugas utama sebagai keamanan dan ketertiban di daerah Papua. 
3.       Bupati kabupaten NABIRE harus bertanggung jawab atas korban yang terjadi akibat dari bupati CUP dan menciptakan keharmonisan antar masyarakat NABIRE agar tidak terjadi konflik susulan.
4.       Kami Menuntut kepada kepala Rumah Sakit NABIRE segera mempublikasikan hasil visum. 
5.       Kami Menuntut Presiden RI SBY-BOEDIONO segera tuntaskan segala persoalan yang terjadi di tanah papua.  
Semarang 26 july 2013
Kordinatoraksi
Yance iyai
Continue Reading | komentar
 
Copyright © 2011. FORKOMPAS SEMARANG . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger