<div style='background-color: none transparent;'></div>
Home » » Solidaritas Masyarakat Papua Semarang Press release Kasus Gor Nabire Papua

Solidaritas Masyarakat Papua Semarang Press release Kasus Gor Nabire Papua


Proses pembiaran terus terjadi sejak tahun 1961 hingga 2013 pembunuhan, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipilp Papua serta pembiaran terhadap kesehatan yang memburuk, juga pembiarana terhadap sistim pendidikan yang tidak maju, semua lini kehidupan ditanah papua terus dijajah oleh pihak-pihak imperialis dan para kapitalis yang tidak peduli terhadap norma kemanusiaan,
Negara ini tidak menjamin kesejahteraan sepenunya terhadap rakyat papua, kebebasan untuk mengekspresikan diri, kebebasan untuk mempertahankan haknya, kebebasan untuk hidup, semuanya dipacung oleh Republik Indonesia, penambahan militer punterus dikerahkan kePapua namun apa yang dilakukan oleh Aparat ini kehadiran mereka hanyalah menimbulkan masalah baru seperti munculnya penembakan misteriu soleh orang tak dikenal namun kasus-kasus tersebut takbisa diselesaikan sampe keakarnya, tapisebaliknya menimbulkan akar baru atau masalah baru,
Kasus Tinju di Nabire Papua yang menewaskan 18 warga sipil Papua dan mengakibatkan 39 orang luka parah minggu 14 juni 2013, ini pun juga merupakan kasus yang sangat tragis karena pada saat  final atau pengujung kejuaran tersebut Aparat keamanan tidak ada ditempat, polisi, brimob, komando pasukan khusus (kopasus), densus 88, semua jenis aparat NkRI tidak ada yang mengamankan kegiatan kejuaraan tinju tersebut, Kebiasaan Aparat Kepolisian  di Tanah Papua  selama  ini, jika ada acara Kecil Apapun selalu dikawal ketat oleh  pihak Kepolisian, apalagi acara yang dihadiri oleh Muspida. Namun malam itu, pada malam tanggal 14 Juli 2013, Malam Final Tinju, walau di hadiri Bupati Kabupaten Nabire bersama  Istrinya yang didampingi beberapa Muspida, tidak terlihat dan tidak ada petugas Kepolisian yang berjaga. Ini merupakan salah satu bentuk proses impunitas yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian
Dengan penuh kesungguhan kami yang tergabung dalam solidaritas masyarakat Papua Semarang menyatakan dengan sikap tegas:  
1.       Kami mendesak kepada KOMNAS HAM PAPUA dan PUSAT segera menangkap provokator   utama    munculnya kasus GOR nabire yang mengakibatkan 18 masyarakat sipil meningga ltempat dan puluhan lainnya luka-luka. 
2.       Kami menuntut KAPOLRI dan MENKOPOLHUKAM Segera mencopot jabatan KAPOLDA PAPUA dan KAPOLRES NABIRE. Karena selama ini tidak menjalankan tugas utama sebagai keamanan dan ketertiban di daerah Papua. 
3.       Bupati kabupaten NABIRE harus bertanggung jawab atas korban yang terjadi akibat dari bupati CUP dan menciptakan keharmonisan antar masyarakat NABIRE agar tidak terjadi konflik susulan.
4.       Kami Menuntut kepada kepala Rumah Sakit NABIRE segera mempublikasikan hasil visum. 
5.       Kami Menuntut Presiden RI SBY-BOEDIONO segera tuntaskan segala persoalan yang terjadi di tanah papua.  
Semarang 26 july 2013
Kordinatoraksi
Yance iyai
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. FORKOMPAS SEMARANG . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger